Friday, November 12, 2010

Silahkan Menerbitkan Ulang, Haram Membajak

Saya senang, setidaknya sebagai penulis pemula, ketika beberapa tulisan saya mendapat apresiasi dari para pembaca-- baik tulisan yang dimuat di media cetak maupun media elektronik (baca: internet). Saya pun menyambut gembira ketika ada beberapa orang yang minta izin untuk men-save tulisan-tulisan saya bahkan ada yang minta izin untuk menyebarkan ulang. Dengan dengan hati lapang saya menyambut: Silahkan menerbitkan ulang tulisan saya, tapi saya mengharamkan pembajakan.

Dengan kata lain, silahkan mempublikasikan tulisan saya yang mana pun, dengan catatan: menyertakan link-nya. Tanpa itu, berarti telah melakukan pembajakan! Haram.

Misalnya, tulisan saya yang berjudul "Tasawuf, Setetes Embun untuk Jiwa yang Dahaga" yang dimuat pertama kali di situs resmi Pondok Pesantren Lirboyo, dibajak oleh seorang yang mengaku (dalam asiteris tulisan yang ia curi itu) sebagai sekretaris dakwah MUI di salah satu kabupaten di Jawa Timur. Menyedihkan, anggota MUI bermental pencuri. Semoga hanya dia yang bermental pencuri.

Tulisan saya yang lain adalah "Tarekat Sanusiyyah di Libya: Esoterisme Islam dan Politik". Artikel yang dimuat di El Waha, Majalah Ponpes Al Hikmah 2, Brebes Jateng, juga dibajak oleh salah seorang blogger.
Maka, sekali lagi saya menegaskan: silahkan mengkopi-paste isi blog saya ini, tapi haram membajak.

Btw, blog baru ini, adalah usaha saya untuk mengumpulkan tulisan-tulisan yang berserakan. Baik di blog2 lama saya yang sudah di-suspend (kapok deh pake domain+hosting gratisan?) maupun di note facebook.
Akhir kalam, saya mohon maaf, bila saat ini saya baru bisa menyajikan hidangan lama. InsyaAllah, untuk kedepan saya akan berusaha meng-update catatan peradaban dan budaya ini.

Semoga bermanfaat.

Dan selamat membaca ?.


EmoticonEmoticon