Wednesday, December 22, 2010

Hikayat Khalifah Pluralis

Saat masih kecil, yang kita tahu ia singa padang pasir: seorang panglima perang yang gagah bukan kepalang.
Tapi setelah mulai dewasa dan banyak membaca saya mengetahui sisi lain khalifah nabi kedua itu.

Syahdan, sebelum ia jadi penganut ajaran nabi, Islam tak hendi dikebiri. Bahkan oleh paman sang nabi sendiri. Bahkan ia sendiri salah satu dari 'Izrail-Izrail' Musyrikin Quraisy yang siap memisahkan raga dari nyawa. Menghabisi nabi.

Setelah berikrar jadi pengikut manusia paling berpengaruh dalam sejarah itu, ia tameng nabi yang menghadang serangan-serangan lawan.

Bahkan, kemudian, ia jadi pengganti nabi dalam pemerintahan (khalifah al rasyidah).

Ia adalah Umar Ibn Khattab ra; al faruq. Yang tegas.

Yang kita tahu hanya itu: panglima perang yang garang.

Kita lupa satu kearifan sang khalifah kedua ini. Ia adalah seorang pluralis yang kreatif.

Bagi yang membaca sejarah pasti tau cerita kearifan Umar. Dalam suatu perjalan dari ibu kota Madinah k Baitul Maqdis, Palestina, ia menemukan sebuah sinagog tua yang tak terurus. Sinagog yang tertutup debu. Tak tampak rupanya kecuali bagian yang amat sedikit.

Lalu, sang Khalifah mengibas debu dari tubuh 'masjid' kaum Yahudi itu. Melihat itu, tentara pengawal, tanpa menunggu komando, langsung membersihkan sinagog sampai resik. Tujuannya? Mereka tak punya ambisi merebut sinagog itu untuk disulap jadi masjid tapi agar bisa kembali dipakai beribadah kaum Musa as.

Namun, dewasa ini, yang kita saksikan adalah cerita ironi: karena perbedaan interpretasi umat saling laknat, karena toleran terhadap tradisi satu kelompok disesatkan. Islam adalah Alquran dan Sunnah. Islam tak berteman dengan keyakinan. Semua aturan sudah tersusun dalam Alquran.

Terhadap golongan ini saya ingin bertanya: dari mana asal ibadah haji? Dari mana asal menara yang jadi aksesoris masjid? Dari mana jilbab?

Kenapa masjid direbut dengan alasan jadi sarang bidah?

Kenapa masjid tutup karena jadi tempat ibadah madzhab 'sesat.'

Lihatlah! Tirulah! Keteladanan khalifah yang pluralis itu: membersihkan sinagog yg sudah tak terpakai agar bisa kembali berfungsi.

Ayolah, wahai pembela tuhan (dengan 't' kecil), jangan terlalu dini menyimpulkan 'pandangan'-mu bahwa madzhab 'A' sesat dan kamu yang benar. Coba lihat dulu kaca matamu barangkali berdebu sehingga pandanganmu terganggu.

3 comments:

  1. Islam datang dengan membawa spirit pluralitaa, toleran, moderat, dan mandiri. orang islam bisa dikatakan muslim kaffah, bila sudah berislam dengan empat landasan tersebut :)

    ReplyDelete
  2. muslim yang kaffah bila ia seorang muslim pluralis: moderat, toleran, mandiri.

    ReplyDelete
  3. istilah Arabnya: tawassuth, tawazun, i'tidal.... tanpa ini, Islam kehilangan ruh :)

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon