Monday, January 2, 2012

Purifikasi

Kekerasan atas Nama Agamaudara musim semi berhembus halus
aku duduk di kantin menikmati segelas cappucino
dan sepotong kibdah sambil membaca arsip berita
tiba-tiba aku melelehkan air mata
melihat keganasan dan kebiadaban atas nama agama

kami memang generasi bebal
mengantuk terun-ayun oleh kejayaan islam di masa silam
kami tidak mampu meresapi intisari emanasi samawi
tidak pula memahami pesan-pesan nabawi
namun, kami selalu bertindak atas nama agama
dan mengklaim kebenaran tunggal

kawan,
islam terlanda gelombang zaman yang suram
spirit kerahmatan lil alaminan islam terhempas
klaim semu pemurnian agama atas quran dan sunnah
tapi aku berusaha keras menggunakan otak waras dan telinga
agar selalu menjaga dan mendengar suara langit
yang membisikkan menjaga ajaran islam toleran
biar pun tersingkir ke sudut yang asing

agama seperti ranting kering yang dibakar
menyalakan api permusuhan
oleh semangat beragama yang berlebihan
awal semuanya terjadi atas nama purifikasi
yang mencangkok mazhab salafi
yang bertolak-belakang dengan ajaran nabi

ooh, sampah purifikasi
ooh, doktrin sempit quran-sunnah yang tak tentu arah
buat agama jadi tak punya rupa
erosi agama tampak di depan mata
: kekerasan berkedok agama ada di mana-mana
gereja dibom,
jamaah shalat jumat dibom,
tempat-tempat hiburan dihancurkan
hotel dibom
semua atas nama mitos imbalan bidadari
bagi para pengantin tuhan di surga nanti

Libya, musim semi 2010


EmoticonEmoticon