Monday, May 28, 2012

Jarullah al-Hamid

cerpenis arabSeorang cerpenis Saudi. Dilahirkan di salah satu desa di Kabupaten Ḥail tahun 1954 dari pasangan suami-istri petani. Pendidikannya hanya sampai pada Sekolah Dasar. Ia tidak melanjutkan pendidikannya karena kondisi tertentu. Meskipun demikian, ia terus berusaha memenuhi wawasannya sendiri dengan membaca berbagai bidang meskipun tetap memfokuskan pada sastra modern dan kritik sastra. Ia memiliki concern khusus terhadap cerpen. Pada mulanya ia terpengaruh oleh buku yang menganjurkan nasionalisme Arab. Pada saat jargon pan dan nasionalisme Arab sedang jadi bahan diskursus di Arab, ia sangat terpengaruh oleh pemikiran Najib Mahfudl sebagai mana pengaruh realisme Rusia, sebut saja misalnya, Gogle, Tulstawi, Desktofeksi. Al-Hamid tidak pernah bekerja dalam waktu yang lama karena ia membenci rutinitas. Karena itu, ia pernah berganti-ganti beberapa pekerjaan. Membaca merupakan minat utamanya bila dibandingkan dengan minat-minat seni yang lain, misalnya, senimotipographi dan musik.

Antologi cerpen Al-Hamid pertama kali diterbitkan oleh penerbit Dar al-Waṭan di Riyaḍ pada tahun 1979 dengan judul Aḥzan ‘Asybah Bariyyah. Setelah itu, antologi keduanya menyusul diterbitkan  dengan judul Wujuh Kathirah Awwaluha Maryam (1984) oleh Nadi al-Qiṣṣah al-Su‘udiy, karya ketiganya Ra’iḥah al-Mudun (1988) diterbitkan oleh Nadi Jiddah al-Adabiy al-Thaqafiy, dan karya keempatnya Ḍhilal Rijal Ḥaribin (1998) diterbitkan oleh Nadi Ḥa’il al-‘adabiy.

Menurut Al-Hamid, cerpen dapat diresapi oleh masyarakat yang tidak bisa merasa senang/ puas dengan berbagai kreatifitas baru (al-‘ibda’) yang lain walaupun telah tersebar berbagai macam jenis sebagai ganti dari drama, misalnya, film dan sinetron (al-musalsal al-tilfiziyuniy) dengan berbagai macam bentuk dan corak yang mampu ia selesaikan dengan sempurna sampai dapat menuliskannya dengan metode penulisan yang terbaik. Ia terkadang mengulangi sebagian kalimat (al-jumal) dan kata (al-kalimat) yang lazim digunakan dalam dunia musik. Para peneliti mencatat bahwa Al-Hamid telah melakukan pembaruan dalam substansi Cerpennya, tidak ada pengulangan. Setiap ditanya alasannya yang terkadang berhenti pada sebuah ”titik”, ia telah menyiapkan jawaban, ”Saya membuat terobosan.”

Sulthan Saeed al-Qaḥṭani


Referensi:

Majalah al-Ḥars al-Waṭani: A. 46.1407.

Majalah al-Faṣil: S 10. A 117.1407.

Muhammad Sholeh al-Syinṭi, al-Qiṣṣah al-Qaṣirah fi Mamlakah al-Su’udiyyah, Riyaḍ: Dar al-Mariḥ, 1987.

Jarullah Al-Hamid, al-Qiṣṣah Tajribah wa Ru’yah, Majalaj Ru’, A 6, S 2, Syawwal 1420/ Januari 2000.

Mausu’ah al-Adab al-‘Arabi al-Su’udi al-Ḥadith: Mukhtarat wa Dirasat. Al-Riyaḍ: Dar al-Mufradat, 2001.

1 comment:

  1. weww..aku warai gawe blog mon..hehhhahhahai

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon