Monday, November 11, 2013

Ternyata Bukan Gamis Pakaian yang Disunnahkan oleh Nabi

gamis nabi
Ternyata bukan Baju Gamis Pakaian yang Disunnahkan Nabi bagi Muslim. Tidak ada nash yang memberikan sinyal ke arah itu. Pakaian nabi adalah yang menutup aurat. Jenis pakaian apapun yang dikenakan hanya (jenis) pakaian tradisi. Tidak ada Pakaian yang disunnahkan nabi bagi muslim.  Tidak ada  pemaksaan untuk memakai jenis pakaian tertentu atau memaksa untuk menyukai jenis pakaian yang tidak disukai. Baju gamis (al-qamis) hanya pakaian pakaian adat. Nabi memakai baju gamis bukan karena ia jenis pakaian yang ada  dalam tuntutan Islam (disyariatkan). Kewajiban dalam berpakaian adalah menutup aurat, tidak ada kewajiban dalam syariat Islam untuk memakai jenis pakaian tertentu.

 Pertanyaan:

Dari Ummi Salamah. Ia berkata, ”Pakaian yang paling disukai nabi adalah gamis. Sedangkan para pria mesir memakai gamis yang terkenal dengan nama ”al-jalabiyyah” atau ”jilbab.” Bagaimana kami bisa menerima orang yang tidak membernarkan bahwa ”al-jalabiyyah” adalah jenisnya gamis yang merupakan sunnah rasulullah SAW? Semoga Allah menganugerahkan ketakwaan dimana pun kalian berada.

Jawaban:

Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga tercurahkan pada rasuluLlah, keluarga dan sahabatnya. Amma ba’du.

Tidak diragukan lagi bahwa yang utama (dalam berpakaian, penerj.) bagi setiap muslim adalah memakai pakaian yang disukai oleh nabi SAW. Akan tetapi, tidak berdosa bila kita (tidak memakai pakaian a la nabi, penerj. dan) memakai pakaian sesuai selera asal menutup aurat, tidak berlebihan (israf), dan tidak memiliki rasa bangga dengan pakaian yang dikenakan (mukhilah). Nabi sendiri memakai gamis dan jenis pakaian yang lain. Kewajiban dalam berpakaian adalah menutup aurat, tidak ada kewajiban dalam syariat Islam untuk memakai jenis pakaian tertentu! lihat fatwa nomor 26243.

Hadith yang dikutip di atas adalah riwayat Ah}mad, Abu Dawud, dan al-Turmudhi. Menurut al-Bani dan lainnya hadith tersebut shahih}.

Sedangkan al-Jalabiyyah atau pakaian (al-thaub) lebih mirip dengan gamis yang biasa dipakai orang zaman dulu sebagai mana telah kami kupas dalam fatwa nomor 10005. Sedangkan nabi memakainya karena ia jenis pakaian yang lebih bisa menutup aurat dari pada al-rida dan al-izar, sebagaimana telah kami kupas.

Tidak ada  pemaksaan untuk memakai pakaian tertentu atau memaksa untuk menyukai jenis pakaian yang tidak disukai. Gamis hanya pakaian adat (fa al-qamis min al-umur al-‘adiyah). Nabi memakai gamis bukan karena ia jenis pakaian yang ada  dalam tuntutan Islam (laysa lidhatihi). Melainkan karena ia jenis pakaian yang lebih bisa menutup aurat, sebagaimana penjelasan al-Shaukani. Maka, jika ada pakaian lain yang memiliki karakter tersebut (menutupi aurat, penj.), maka ia layak untuk dipakai (kana bi-manzilatihi).

Hal yang perlu digaris bawahi, hukum asal dalam berpakaian adalah halal. Selama tidak ada hukum syar’i yang melarangnya. Maka, hal-hal yang berupa tabiat (al-umur al-jibliyyah) seperti makan dan minum, bukan kelakuannya yang disyari’atkan (af’aluhu al-tasyr’iyyah) nabi yang harus diikuti. Penulis al-Maraqi menulis, ”Kelakuan nabi yang bermuara dari wataknya seperti makan dan minum, bukan ajarannya.”

WaLlahu a’lam.

diterjemahkan dari Markaz al-Fatwa.

4 comments:

  1. Pak mungkin pemikiran anda bahwa baju gamis itu bukan sunnah , saya hargai mungkin pemahama anda sampai disana, harus anda tau kalau anda mencintai nabi muhammad, berarti anda senang mengikuti apa yg dilakukan nanbi, karena itu termasuk sunnahnya.

    kalau imn anda tinggi pasti pemahaman anda berbeda, sekalipun pemahaman anda bahwa berpakainan itu cukup dengan menutup aurat, itu benar. tetapi ada tingkatan pakina yg disukai sang pencipta, dan itu bukan pakaina berjas dan berdasi.. ( nabi memberikan anda 2buah2han segar apel dan pisang, nabi menyuruh anda makan apel tetapi anda minta pisang karena anda tidak suka apel, tetapi buah yg di ber manfaat itu adalah apel, kenap anda pilih pisang, klau ada yg lebih baik ). mereka yang berpakaian gamis lebih mudah dikenali dari pada seperti pakainan anda. anak funk dijalanan juga berpakaina menutup aurat,,, tanggapan anda

    ReplyDelete
  2. Baca ini pak boross biar tambah ilmu sikit

    "Pakaian kesukaan Rasulullah saw. adalah gamis putih."

    Apabila kita sering mendengar orang-orang berkata "Gamis itu adalah budaya orang Arab!", maka pahamilah, bahwa di masa jahilliyah orang-orang Arab (Quraisy) bertawaf mengelilingi ka'bah dalam keadaan telanjang sambil bertepuk-tepuk tangan menyembah berhala-berhala mereka. Maka bagaimana sebenarnya budaya orang Arab sebelum datangnya Islam?

    Bukan hanya Rasulullah saw. akan tetapi para Nabi terdahulu semuanya pun mengenakan gamis. Sebagaimana kisah Nabi Musa a.s. ketika para penyihir Fir'aun meniru cara berpakaian Nabi Musa a.s. dengan maksud untuk mengejek beliau a.s. yaitu mengenakan gamis dan memegang tongkat.

    Apabila kita belum sanggup untuk mengamalkan suatu sunnah maka janganlah kita mencari-cari dalih untuk menolaknya. Cukup kita katakan bahwa kita belum sanggup dan berdo'a kepada Allah agar diberikan kekuatan, suatu saat dapat mengamalkan sunnah tersebut.

    Rasulullah saw. bersabda, "...Barangsiapa menghidupkan sunnahku, sungguh ia cinta kepadaku, barangsiapa cinta kepadaku, bersamaku di dalam Surga." (H.R. Tirmidzi)

    Dalam riwayat lain, "...Barangsiapa tidak menyukai sunnahku maka ia tidak termassuk golonganku." (H.R. Bukhari)

    ReplyDelete
  3. apakah anda berfikir bahwa jaman dulu hanya ada gamis, belum ada pakaiain seperti jaman sekarang, yang beraneka ragam, jagan salah bung, kalau seandainya dulu rasul meminta mesin tenun kepada yg maha kuasa akah itu tidak mungkin bagi anda, jangan kan mesin tetnun dunia ini saja mudah bagi yg maha kuasa menciptakan, bahkan kendaraan tercepat yg membawa nabi ke langit/buraq 1000x lipat melebihi kecepatan kendaraan yg di ciptakan manusia.

    ReplyDelete
  4. Meneladani nabi tidak hanya dari berpakaian. Justru yang paling substansial adalah ajaran-ajarannya, juga kelakuannya.
    Percuma bergamis bila kerjanya hanya hanya membuat resah sekitarnya. Apa bedanya dengan orang-orang jahilyah.

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon