Monday, April 28, 2014

Menjadi Orang yang Terkenal di Dunia dan Langit

Orang terkenal di DuniaSiapaun bisa jadi  orang yang terkenal di dunia dan langit, bila ia tak menabrak "dinding" Tuhan, apalagi hanya dengan akal-muslihatnya.

Dalam Bahasa Arab terdapat sebuah adagium yang "terasa manis", "Khalif tu'raf, keluarlah dari mainstream maka kau akan jadi manusia terpandang (di dunia)."

Kita tak akan sulit menemukan jumlah yang tak sedikit kalangan "intelektual" di belahan bumi ini yang berlomba untuk menjebol dinding mainstream. Apakah mereka terpandang? Ya! Jelas.

Namun, di mana mereka terpandang? Bumi atau langit? Orang yang terkenal di dunia apakah sudah jaminan terkenal pula di langit?

Agar Jadi Orang yang Terkenal di Dunia dan Langit


Dalam sebuah ceramah, K.H. Muhammad Najib, Jombang, pernah mengklasifikasi terpandangnya manusia. Ia mengklasifikasi menjadi empat:

Pertama, ma'ruuf fil ard majhuul fi al-sama, terpadang di dunia tapi ia tak terpandang di mata masyarakat (baca: malaikat) langit.

Kedua, ma'ruuf fi al-samaa' majhuul fi al-ard, orang yang terpandang di langit meski di bumi ia terlihat biasa-biasa saja.

Ketiga, majhuul fi al-'ard wa al-samaa'. Orang yang tidak terpandang oleh masyarakat di dua dunia: langit dan bumi. Dan,

Keempat, inilah insan terbaik: ma'ruuf fi al-ard wa al-sama. Orang yang terpandang di dunia dan langit.

Orang yang pertama, terpandang di bumi tapi tidak di langit. Bisa saja segala "titah"nya selalu dilaksanakan oleh sesamanya tapi sangat disayangkan tidak bagi masyarakat langit. Ia begitu terpandang di kalangan sesama, tapi masyarakat langit tak respek dengannya. "Ngotot seperti apa pun, malaikat tidak mengamini doanya," kata Gus Najib. Doa pun bertepuk sebelah tangan, meski bila mengajukan proposal terhadap sponsor selalu mendapat prioritas. Ia hanya jadi orang terkenal di dunia. Tidak terpandang di langit.

Sedangkan yang kedua, adalah orang-orang shalih yang tidak menghiraukan segala macam stempel dunia. Ia lebih memusatkan komunikasi dengan Tuhannya. Dawuh-dawuhnya sering diacuhkan oleh yang lain, tapi sekali angkat tangan (baca:berdoa), "proposal" terhadap Tuhan dijamin dapat jawaban. Mereka lah kekasih-kekasih Tuhan.

Kelompok ketiga, mereka bukan siapa-siapa, dilangit dan bumi.

Sedangkan yang keempat, kelompok terbaik. Orang terpandang bagi masyarakat langit dan orang yang terkenal di dunia.

Bila kita kembali ke pertanyaan di atas, tergantung, mereka keluar dari mainstream dengan mengikuti rel (metodologi) yang sesuai atau tidak. Misal, al-Imam al-Syafi'i yang keluar dari mainstream mazhab gurunya sendiri, tapi ia memiliki metodologi yang jelas dan yang terpenting tidak menabrak dinding ajaran agamanya. Tentu lain ceritanya bisa seseoarang yang keluar dari mainstream dengan menghalal kan pelbagai cara dengan tujuan akhir yang tak perpuji pula.

Seseorang bisa saja terkenal di dunia dengan meruntuhkan mainstream keimanan tapi belum tentu di langit saja. Bisa saja ia selalu memenangkan tender pemikiran dengan nilai milyaran, tapi belum tentu masyarakat langit respet terhadapnya. Lah wong ide-idenya menghujat ajaran Tuhannya, gimana malaikat yang paling setia pada Tuhan akan respek terhadapnya.


EmoticonEmoticon